Oleh : Nova Padilah
Nim : 241090500055
Dosen Pengampu : Denies Susanto S.T., M.M.
Program Studi : Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Pamulang Kampus Serang
Opini : Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Provinsi Banten, Dinas Koperasi dan UKM Banten mengadakan pelatihan pemasaran digital pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam pengemasan produk, promosi, dan pemasaran melalui media digital. Selain itu, pada 11 Agustus 2026, Pemprov Banten juga menyampaikan dukungan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Informasi tersebut menyebutkan bahwa bunga KUR yang semula 9% mendapatkan subsidi sehingga menjadi 6%, sesuai ketentuan yang berlaku. Fakta ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM di Banten mendapat perhatian melalui pelatihan dan dukungan pembiayaan. Namun, upaya tersebut tetap perlu diikuti dengan pendampingan dan akses pasar yang berkelanjutan.
Menurut saya, UMKM di Banten itu memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Mulai dari kuliner, kerajinan, sampai produk lokal khas daerah, semuanya memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Tapi menurut saya, potensi saja tidak cukup kalau pelaku usahanya belum mendapatkan dukungan yang maksimal.
Kita tahu, sekarang persaingan usaha semakin ketat. Pelaku UMKM bukan cuma dituntut punya produk yang bagus, tetapi juga harus bisa memasarkan produknya secara digital, mengelola keuangan, dan bersaing dengan usaha yang lebih besar.
Bahkan, pada Oktober 2025, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten mengadakan pelatihan strategi bisnis dan digital marketing untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan pemasaran dan memanfaatkan teknologi.
Menurut saya, langkah seperti ini perlu terus diperluas. Jangan sampai pelatihan hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi harus benar-benar membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnisnya.
Selain itu, akses permodalan juga penting. Pemerintah Provinsi Banten pada Agustus 2026 menyampaikan adanya dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan subsidi bunga untuk membantu pengembangan UMKM. Namun, akses pembiayaan juga perlu dibarengi pendampingan agar modal yang diterima bisa digunakan secara tepat.
Bagi saya, mendukung UMKM bukan hanya tugas pemerintah. Kita sebagai masyarakat juga bisa ikut berperan dengan membeli produk lokal, merekomendasikannya kepada orang lain, dan membantu mempromosikannya melalui media sosial.
Karena pada akhirnya, ketika UMKM berkembang, peluang kerja dan perputaran ekonomi masyarakat juga bisa ikut meningkat.


