Oleh: Zahra Aulia
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Unpam Serang
Opini : Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam dunia bisnis dan pemasaran. Saat ini, perusahaan tidak hanya mengandalkan promosi secara langsung, tetapi juga memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen. Perubahan ini membuat persaingan semakin ketat, sehingga mahasiswa perlu mempersiapkan diri agar mampu menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti.
Sebagai mahasiswa semester 5 Program Studi Manajemen konsentrasi Pemasaran, menurut saya, kuliah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan di era digital. Memahami materi perkuliahan memang penting, tetapi mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan dan mencari pengalaman di luar kelas. Misalnya, belajar membuat konten promosi, memahami perilaku konsumen, mengikuti pelatihan, atau mencoba menjalankan usaha kecil-kecilan. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak hanya menjadi teori, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
Di bidang pemasaran, kemampuan menggunakan teknologi menjadi salah satu nilai tambah. Namun, pemasaran digital bukan hanya tentang membuat konten yang menarik atau mengikuti tren di media sosial. Mahasiswa juga perlu memahami cara menentukan target pasar, membangun citra merek, menarik perhatian konsumen, dan menjaga kepercayaan pelanggan. Sebuah produk yang bagus belum tentu berhasil di pasaran apabila tidak didukung strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu, kreativitas dan kemampuan menganalisis kebutuhan konsumen menjadi hal yang penting untuk dipelajari.
Menurut saya, tantangan mahasiswa saat ini adalah bagaimana memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi diri. Banyak kesempatan belajar yang tersedia, tetapi kesempatan tersebut tidak akan memberikan manfaat apabila kita hanya menjadi penonton. Mahasiswa perlu berani mencoba hal baru, menerima kritik, dan belajar dari kesalahan. Pengalaman sederhana yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja, sekaligus membantu mahasiswa mengetahui kemampuan yang masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, gelar sarjana memang penting, tetapi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan. Dunia kerja juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Menurut saya, mahasiswa yang memiliki nilai akademik baik sekaligus aktif mengembangkan keterampilannya akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pendidikan formal dan pengalaman praktis seharusnya berjalan beriringan.
Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa masa kuliah bukan hanya tentang mendapatkan nilai bagus dan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Sebagai mahasiswa Manajemen konsentrasi Pemasaran, kita harus mulai memahami perkembangan pasar dan teknologi sejak sekarang. Kita tidak harus langsung menjadi ahli, tetapi perlu memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Sebab, gelar sarjana dapat menjadi langkah awal, sedangkan kemampuan, pengalaman, dan kreativitas akan membantu kita menghadapi persaingan di dunia kerja.


