MENU

Kopi Dadaman Ciomas, Dari Kebun Lokal Menembus Pasar Global: Mahasiswa Unpam Soroti Kedaulatan Ekonomi Desa

Kopi Dadaman Ciomas, Dari Kebun Lokal Menembus Pasar Global: Mahasiswa Unpam Soroti Kedaulatan Ekonomi Desa

Istimewa

SERANG, LEX BANTEN– Kopi Dadaman di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan.

Berawal dari inisiatif kelompok tani pada 2019, usaha kopi yang digerakkan Salim ini tumbuh melalui pendampingan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Potensi tersebut menjadi perhatian mahasiswa semester 7 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang saat melakukan kunjungan praktik lapangan mata kuliah Kewirausahaan.

Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang pengembangan usaha lokal di tengah persaingan industri kopi yang semakin kompetitif.

Perjalanan Kopi Dadaman bukanlah proses yang berlangsung secara instan. Pada masa awal perintisan, pengolahan biji kopi masih dilakukan secara sederhana, mulai dari pengupasan secara manual hingga penggilingan kering menggunakan metode tradisional.

Keraguan terhadap kemampuan produk lokal untuk bersaing di pasar menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi.

Namun, kegigihan kelompok tani dan dukungan berbagai pihak secara bertahap membuka jalan bagi pengembangan usaha tersebut.

Pelatihan melalui program Sekolah Lapang Kopi dari pemerintah provinsi, bantuan mesin dari kementerian dan Bank Indonesia, serta pendampingan kalangan akademisi, termasuk dosen dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Unpam, menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas usaha.


Mengusung Filosofi, Menjaga Alam dan Memberdayakan Petani

Di balik nama Kopi Dadaman, tersimpan filosofi yang berkaitan dengan Desa Citaman dan makna eman dalam dialek Sunda, yang berarti sayang. Filosofi tersebut tercermin dalam pesan yang disampaikan Salim, yakni, “Nikmati kopinya, pelihara pohonnya.”

Pesan ini menegaskan bahwa usaha kopi tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani.

Tanaman kopi harus dirawat, kualitas hasil panen dijaga, dan proses produksi perlu memperhatikan kelestarian alam.

Dalam perspektif tata kelola ekonomi lokal, pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun usaha berbasis potensi desa dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari rantai produksi dan pemasaran.

Kopi Dadaman mengembangkan sejumlah metode pascapanen, seperti natural, pulped natural, dan semi-washed, untuk menghasilkan biji kopi berkualitas.

Selain itu, ampas kopi dimanfaatkan kembali menjadi pupuk atau diolah menjadi produk teh kopi sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.

Kolaborasi dengan warga desa sekitar untuk memproduksi gula aren juga memperlihatkan bagaimana satu usaha dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lain.

Pola tersebut berpotensi menghadirkan efek berganda ( multiplier effect ), karena aktivitas usaha tidak hanya memberikan manfaat bagi pengelola kopi, tetapi juga bagi pemasok dan pelaku usaha lokal lainnya.


Menembus Pasar Internasional di Tengah Tantangan Petani

Meski memiliki potensi besar, pengembangan usaha kopi lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Siklus panen tahunan dan persaingan harga dengan tengkulak menjadi persoalan yang dapat memengaruhi pendapatan petani serta keberlangsungan produksi.

Di sisi lain, pengalaman Kopi Dadaman menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pasar. Dalam pemaparan saat kunjungan, mahasiswa memperoleh informasi bahwa kopi asal Banten tersebut pernah menarik minat pasar India dengan permintaan yang disebut mencapai satu ton per bulan.

Kopi Dadaman juga pernah menerima kunjungan pembeli dari Prancis yang datang langsung ke Ciomas.

Informasi tersebut memperlihatkan peluang produk kopi lokal untuk memasuki pasar internasional. Namun, peluang itu perlu diikuti dengan penguatan kapasitas produksi, konsistensi mutu, kepastian pasokan, serta tata niaga yang mampu memberikan keuntungan wajar bagi petani.

Pemanfaatan media sosial seperti Facebook dan Instagram, serta layanan pemesanan melalui WhatsApp, turut membuka akses pemasaran yang lebih praktis.

Melalui saluran digital tersebut, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur pemasaran konvensional.

Langkah ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi generasi muda bahwa transformasi digital dapat membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas jangkauan pasar tanpa harus meninggalkan identitas lokalnya.


Pemerintah Daerah Didorong Memperkuat Ekonomi Berbasis Potensi Desa

Kunjungan praktik lapangan tersebut memberikan pelajaran bahwa kewirausahaan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas jual beli.

Pengembangan usaha berbasis potensi desa juga berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, pelestarian lingkungan, dan pemerataan manfaat ekonomi.

Dalam konteks ilmu pemerintahan, keberhasilan usaha lokal seperti Kopi Dadaman perlu didukung oleh tata kelola yang mampu menghubungkan petani, pelaku UMKM, akademisi, lembaga keuangan, dan pemerintah.

Pemerintah daerah memiliki ruang untuk memperkuat ekosistem usaha melalui pelatihan, pendampingan standardisasi produk, fasilitasi perizinan dan sertifikasi, akses pembiayaan, promosi, serta pembukaan jaringan pasar.

Perlindungan terhadap posisi tawar petani juga penting agar nilai tambah dari komoditas kopi tidak hanya dinikmati oleh pihak yang menguasai jalur distribusi.

Hilirisasi produk menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dikembangkan, mulai dari pengolahan biji kopi, produk siap konsumsi, hingga pemanfaatan hasil samping produksi.

Dengan demikian, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat bertahan lebih lama di daerah asal.

Kopi Dadaman di Ciomas menjadi pengingat bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak selalu berawal dari proyek besar.

Inisiatif masyarakat, pengetahuan, kolaborasi, dan dukungan kebijakan yang tepat dapat menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi desa.

Dari kebun hingga cangkir, perjalanan Kopi Dadaman menunjukkan bahwa potensi lokal memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan usaha tersebut berjalan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Link berhasil disalin!
+