Oleh : taufik hidayat
Prodi : IlmuHukum
Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen pengampu : Gilang Ramadhan, S.H., M.Kn
OPINI - Menurut saya, Kebakaran hutan dan lahan adalah salah satu bencana alam yang disebabkan oleh cuaca panas yang sering disebut juga dengan ELNINO, juga salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi di Indonesia. Karhutla adalah peristiwa terbakarnya kawasan hutan, perkebunan, atau lahan lainnya, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Masalah ini perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dan mengatasi karhutla.
Penyebab Terjadinya Karhutla, Salah satu penyebab utama karhutla adalah aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar hutan atau semak belukar. Cara ini sering dianggap lebih murah dan mudah, tetapi dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan. Selain itu, kondisi cuaca panas, musim kemarau panjang, dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
Lahan gambut juga menjadi kawasan yang rentan mengalami kebakaran. Ketika gambut mengering, api dapat merambat hingga ke lapisan tanah dan sulit dipadamkan. Akibatnya, kebakaran dapat berlangsung lama dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.
Dampak Karhutla bagi Lingkungan dan Masyarakat, Karhutla menimbulkan berbagai dampak negatif. Dari sisi lingkungan, kebakaran dapat merusak ekosistem hutan, menghilangkan habitat satwa, serta mengancam keanekaragaman hayati. Selain itu, kebakaran melepaskan karbon dioksida dan gas lainnya ke atmosfer yang dapat memperburuk perubahan iklim.
Dari sisi kesehatan, asap karhutla dapat menyebabkan gangguan pernapasan, batuk, iritasi mata, dan memperburuk penyakit tertentu.
Asap yang tebal juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga mengganggu transportasi darat, laut, dan udara. Tidak hanya itu, karhutla juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, dan pekerjaan dapat terganggu. Biaya pemadaman serta pemulihan lingkungan pun membutuhkan sumber daya yang besar.
Dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla, Pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama, Serta pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran, menindak pelaku pembakaran hutan secara tegas, serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran.
Dalam hal ini Masyarakat juga memiliki peran penting, antara lain tidak membakar lahan sembarangan, menjaga lingkungan, melaporkan titik api kepada pihak berwenang, dan ikut serta dalam kegiatan penyuluhan tentang bahaya karhutla.
Pengelolaan lahan tanpa pembakaran perlu didorong agar masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan pertanian tanpa merusak lingkungan. Selain itu, pemantauan titik panas, penyediaan sumber air, pembuatan sekat kanal di lahan gambut yang sesuai, serta pemulihan kawasan yang terbakar merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran pada masa mendatang


