MANGGARAI TIMUR, NTT — Kabar duka menyelimuti dunia kerelawanan dan kemanusiaan Indonesia. Salah satu relawan kemanusiaan, Ahmad Zaki Ali, yang akrab disapa Bang Jek, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat sore, 21 Agustus 2026.
Bang Jek yang merupakan Founder Yayasan Gerak Bareng sebelumnya bersama para relawan yayasannya turun langsung ke wilayah terdampak gempa bumi untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.
Dalam menjalankan tugas kemanusiaannya, Bang Jek bersama tim bergerak menuju sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan bantuan dapat sampai kepada warga yang membutuhkan. Namun, di tengah misi tersebut, Bang Jek mengalami serangan jantung yang diduga dipicu oleh kondisi kelelahan.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Upaya pertolongan dan evakuasi segera dilakukan oleh Tim SAR gabungan bersama Basarnas.
Jenazah almarhum kemudian dievakuasi menggunakan helikopter dari lokasi kejadian menuju Labuan Bajo. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk kemudian dimakamkan di kawasan Jakarta Selatan.
Kepergian Bang Jek meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan-rekan terdekat, tetapi juga bagi keluarga besar Yayasan Gerak Bareng serta masyarakat yang selama ini mengenal perjuangannya di berbagai aksi kemanusiaan.
Di tengah situasi bencana, Bang Jek memilih untuk berada bersama masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Dedikasi dan pengabdiannya dalam menyalurkan bantuan menjadi bukti nyata semangat kemanusiaan yang ia perjuangkan hingga akhir hayatnya.
Selamat jalan, Bang Jek. Gugur dalam tugas kemanusiaan, perjuangan dan kebaikanmu akan selalu dikenang. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Al-Fatihah.
(TYW)

